Ali Mamonto Serahkan Santunan, Kepedulian di Tengah Duka Keluarga Korban Drag Race Kotamobagu

oleh -1348 Dilihat
oleh

KRONIKTODAY.COM, KOTAMOBAGU — Tragedi kecelakaan dalam kegiatan Drag Race Kotamobagu tidak hanya menyisakan luka dan kehilangan, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta. Di tengah suasana berkabung tersebut, Direktur Utama PT Global Emas Jaya, Asri Mamonto yang akrab disapa Ali, menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

Kecelakaan terjadi saat berlangsung kegiatan Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Insiden tersebut mengakibatkan 8 korban meninggal dunia dan korban lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa itu kemudian menyisakan persoalan kemanusiaan yang jauh lebih besar. Keluarga korban harus menghadapi kehilangan secara tiba-tiba, sementara sebagian korban luka masih membutuhkan penanganan dan pemulihan.

Santunan diberikan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial perusahaan terhadap keluarga yang tengah berduka. Bagi Asri, santunan tersebut bukanlah pengganti atas kehilangan. Tidak ada nilai materi yang mampu menggantikan nyawa manusia atau mengembalikan seseorang ke tengah keluarganya. Namun, dia berharap, bantuan itu dapat sedikit meringankan beban keluarga setelah musibah yang begitu berat.

Bantuan diserahkan kepada masing-masing keluarga sebagai bentuk empati terhadap mereka yang ditinggalkan. Ada keluarga yang kehilangan tulang punggung. Ada orang tua yang kehilangan anak. Ada pasangan yang kehilangan orang yang selama ini menjadi tempat berbagi kehidupan. Tragedi ini adalah tentang persoalan kemanusiaan.

Asri Mamonto menyampaikan duka mendalam kepada seluruh keluarga korban dan berharap mereka diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi kehilangan.

“Tidak ada yang menginginkan musibah ini terjadi. Santunan ini mungkin tidak sebanding dengan kehilangan yang dirasakan keluarga, tetapi kami berharap dapat sedikit membantu meringankan beban mereka,” ucapnya.

Santunan diserahkan kepada keluarga korban melalui perwakilan PT Global Emas Jaya pada Senin (10/08/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk nyata kepedulian perusahaan, bukan sekadar ucapan belasungkawa.

Bagi keluarga korban, perhatian yang datang di tengah suasana duka memiliki arti tersendiri. Salah satu keluarga bahkan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.

“Sukur moanto (Terima kasih). Semoga Allah SWT akan membalas dengan beribu kebaikan,” ujar salah satu ahli duka penerima bantuan.

Kemanusiaan bukan hanya tentang apa yang kita katakan ketika musibah terjadi. Kemanusiaan adalah tentang kesediaan hadir dan membantu ketika orang lain sedang kehilangan. (ahr)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.