Sejarah Valentine: Santo Valentinus, Cokelat, & 14 Februari

oleh -1,081 dilihat
oleh
Salah satu simbol hari valentine. (Pixabay)

KRONIKTODAY.COM – 14 Februari dirayakan oleh banyak orang di seluruh dunia sebagai hari valentine atau hari kasih sayang. Nama valentine sendiri disebut berasal dari salah satu santo atau orang suci dari agama kristen yang memiliki akhir kisah cinta yang tragis. Namun sebenarnya perayaan ini juga telah dirayakan sejak masa yang lebih lampau.

Dari Lupercalia menjadi Hari Santo Valentinus

Dilansir dari Today I Found Out, pada masa Romawi kuno, tanggal 13, 14, dan 15 Februari diperingati sebagai Lupercalia atau festival kesuburan dan kesehatan. Pada awalnya, festival ini berasal dari nama seorang dewa bernama Lupercus dan sebenarnya berisi tentang perayaan agar hewan ternak yang dimiliki selalu subur dan sehat.

Seiring waktu, festival ini menjadi pemujaan terhadap pendiri kota Roma yaitu Romulus dan Remus agar memberikan kesehatan dan kesuburan pada penduduk. Kesuburan yang diberikan pun bukan hanya sebatas kepada hewan ternak saja tetapi juga pada wanita-wanita yang berada di wilayah kerjaan Romawi.

Disebut juga bahwa, pada festival tersebut biasanya juga dilakukan perjodohan antara pria dan wanita. Pada perjodohan tersebut seorang pria akan menarik secara acak nama wanita yang dipilihnya lalu mereka akan bersama selama festival tersebut berlangsung. Jika memang cocok, maka mereka akan meneruskan hubungan tersebut dan menikah.

No More Posts Available.

No more pages to load.