Rapat Orientasi Penyusunan RPJMD 2025-2029, Pj Jusnan Paparkan Target Pembangunan Bolmong Kedepan

oleh -52 dilihat
oleh

BOLMONG, Kroniktoday.com – Pj Bupati Bolaang Mongondow dr Jusnan C Mokogintw MARS didampingi Sekertaris daerah (Sekda) Abdullah Mokoginta, menghadiri rapat orientasi penyusunan rancangan rancangan teknokartik rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) kabupaten bolmong tahun 2025-2029 di Kantor Bappeda Bolmong, Kamis (11/7/2024).

Turut hadir seluruh Pimpinan OPD dan tenaga ahli penyusun RPJMD Prof Dr Ir Renee Charles Kepel DEA dari UNSRAT, Dr Een N Walewangko SE MSE dari UNSRAT DR Robert Richard Winerungan MSi dari UNIMA, yang akan menjadi narasumber.

Pada kesempatan itu, dr Jusnan menjelaskan tentang wilayah sulawesi akan menjadi penunjang superhub ekonomi Nusantara dan Industri berbasis Sumber daya alam

Selain itu, wilayah kalimantan akan menjadi superhub ekonomi Nusantara. Maluku dijadikan hubungan kemaritiman wilayah timur Indonesia.

Wilayah papua akan dilakukan percepatan pembangunan wilayah papua menuju papua sehat cerdas dan produktif. Untuk Bali dan Nusa Tenggara dijadikan superhub pariwisata dan ekonomi kreatif Nusantara bertaraf internasional.

Pj Bupati dr Jusnan juga memaparkan rencana kerja pemerintah tahun 2025, akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan yang terdiri dari tiga hal pokok yakni sdm berkualitas infrastruktur berkualitas dan ekonomi inklusif berkelanjutan.

“Pertemuan yang sangat penting, karena menyangkut 2025 dan 2029. Ada juga 2025 dan 2045. Saya kira kegiatan ini cukup penting. Ada pula RPJMD yang menjadi visi misi pemerintah,” kata Jusnan.

Dia menjelaskan, kedepan visi dan misi kita harus disesuaikan. Apalagi lanjutnya, hampir setiap daerah dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, ada kata maju, mandiri dan berkelanjutan.

“Nah, di bolmong kita akan apa begitu. Kalau di bolmut saya lakukan peningkatan sdm. Breakdown lagi ke visi misi dan strategi berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk di Bolmong salah satu yang menjadi perhatian dari dr Jusnan adalah hilirisasi pertanian.

“Karena kita banyak gagal fokus pada pertanian. Padahal pertanian penyumbang PDRB dan PDRB adalah gambaran terkait kesejahteraan kabupaten,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari beberapa narasumber yang sudah dihadirkan oleh Bappeda Bolmong. (lix)

No More Posts Available.

No more pages to load.