KRONIKTODAY.COM– Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 27 Mei 2026 Masehi di Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow berlangsung penuh khidmat, haru, dan kebersamaan. Tahun ini, masyarakat Desa Tanoyan Selatan kembali mencatatkan jumlah hewan kurban yang luar biasa, yakni sebanyak 51 ekor sapi dan 2 ekor kambing disembelih sebagai bentuk ibadah, rasa syukur, dan kepedulian sosial kepada sesama.
Jumlah tersebut menjadikan Tanoyan Selatan sebagai salah satu desa dengan pelaksanaan kurban terbesar di wilayah Bolaang Mongondow. Tradisi kurban yang terus meningkat setiap tahun menjadi gambaran nyata tingginya semangat keagamaan masyarakat serta kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial di tengah kehidupan warga.
Sejak pagi hari, usai melaksanakan solat Idul Adha di Masjid Al-Mukhlisin, masyarakat tampak antusias memadati lokasi penyembelihan hewan kurban. Wajah-wajah penuh kebahagiaan terlihat dari anak-anak hingga orang tua yang bersama-sama menyambut Hari Raya Idul Adha dengan penuh suka cita. Proses penyembelihan dilakukan secara tertib dan penuh kekeluargaan, kemudian daging kurban dibagikan oleh panitia kepada masyarakat yang membutuhkan.
Keberlimpahan rezeki yang dirasakan masyarakat Tanoyan Selatan, khususnya dari sektor pertambangan dan usaha masyarakat lainnya, diyakini tidak membuat warga lupa diri. Sebaliknya, momentum Idul Adha menjadi pengingat bahwa setiap nikmat yang diberikan Allah SWT harus disyukuri dengan berbagi kepada sesama.
“Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang menyembelih sifat egoisme, keserakahan, dan rasa cinta berlebihan terhadap dunia. Masyarakat Tanoyan Selatan menunjukkan bahwa keberhasilan dan rezeki harus dibarengi dengan ketakwaan dan kepedulian sosial,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Senada dikatakan Tesi Anggraini Kobandaha, Kepala Urusan (KAUR) Keuangan Desa Tanoyan Selatan. Dalam postingan di akun facebooknya.
“Atas nama pemerintah desa Tanoyan Selatan kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh shohibul qurban jazaakumullahu khairan katsiran. Semoga keikhlasan dalam menunaikan ibadah qurban ini menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, serta mempererat tali persaudaraan dan Semoga Allah SWT menerima amal ibadah bapak/ibu sekalian, melipatgandakan pahala, dan menjadikan harta yang dizakatkan sebagai penyuci jiwa aamiin,” katanya.
Desa Tanoyan Selatan kini dinilai menjadi contoh dan teladan bagi desa-desa lain di Bolaang Mongondow dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh rasa syukur. Setiap tahun, jumlah hewan kurban terus mengalami peningkatan, menandakan tumbuhnya kesadaran spiritual dan kemampuan ekonomi masyarakat yang dibarengi dengan semangat berbagi.
Hari Raya Idul Adha memiliki makna mendalam dalam sejarah Islam. Peristiwa ini mengingatkan umat Muslim pada kisah agung Nabi Ibrahim AS yang mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengorbankan putranya tercinta, Nabi Ismail AS.
Dengan penuh keimanan dan keikhlasan, Nabi Ibrahim AS menjalankan perintah tersebut, sementara Nabi Ismail AS juga menunjukkan ketundukan luar biasa kepada Allah SWT. Ketika keduanya telah membuktikan ketaatan dan keikhlasan yang sempurna, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor hewan sembelihan.
Kisah tersebut menjadi simbol bahwa cinta kepada Allah SWT harus berada di atas segala-galanya. Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama manusia.
Semangat itulah yang tampak hidup di tengah masyarakat Tanoyan Selatan. Di tengah limpahan rezeki dan dinamika kehidupan modern, masyarakat tetap menjadikan agama sebagai landasan utama kehidupan, serta menjadikan kurban sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. (ali)






