Fluktuasi Kasus Covid-19 Harus Selalu Dipantau

oleh -435 Dilihat
oleh
Presiden Jokowi didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Seskab Pramono Anung saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda Provinsi Kepri, di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang, Rabu (19/05/2021). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

JAKARTA, Kroniktoday.com – Fluktuasi kasus penularan COVID-19 harus terus dipantau pemerintah masing-masing daerah dalam rangka menjaga keseimbangan gas dan rem antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Dengan dinamika data yang selalu terpantau itu, segenap komponen pemerintahan daerah dapat bersiaga, menaruh kewaspadaan, dan berkonsolidasi untuk menekan laju penularan.

Hal ini ditegaskan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengenai penanganan pandemi COVID-19 yang digelar di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang, Rabu (19/05/2021).

“Kita lihat Kepri, berapa kasus aktif? Agustus tahun lalu masih 362, kemudian masuk Oktober sudah melompat menjadi 1.240. Bisa turun di bulan Februari sampai 192. Tapi kelihatannya Bapak/Ibu tidak waspada di sini, di bulan Februari dan Maret ada kelengahan di situ sehingga April dan Mei sekarang sudah 2.015 kasus. Hati-hati,” ujarnya.

Demikian halnya dengan tingkat kesembuhan pasien COVID-19. Seluruh pihak harus bergerak bersama untuk meningkatkan rasio kesembuhan pasien tersebut sehingga dapat mengurangi dan bahkan mencegah adanya korban jiwa dari COVID-19.

Untuk diketahui, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kepri masih berada pada angka 83 persen. Sementara itu, rata-rata nasional menunjukkan angka kesembuhan sebesar 92 persen.

No More Posts Available.

No more pages to load.