Hasil survey LSI menyebut, selang satu bulan di masa kampanye pada Bulan Oktober 2020, elektabilitas ODSK 64,3 persen. Angka itu leading jauh atas Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas 22,3 persen.
Sedangkan paslon Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Runtuwene (VAP-HR) berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 10,2 persen.
Dalam survei, LSI mengungkapkan, ada lima kekuatan petahana (Olly-Steven) yang memberi efek di masa (satu bulan) kampanye.
Pertama, Petahna dipersepsi sulit untuk dikalahkan, dimana LSI menemukan sebanyak 65 persen pemilih mempersepsikan petahana sulit dikalahkan. Sedangkan yang menyebut mudah dikalahkan hanya 16,2% dan lainnya (tt/tj) 18,3%.
Kekuatan kedua, elektabilitas petahana kokoh di atas 60 persen unggul jauh atas saingannya CEP-SSL (22,3%) dan VAP-HCR (10,2%).
Berikut kekuatan ketiga, selang satu bulan masa kampanye ternyata Petahana Olly-Steven paling dominan, yakni dari pertanyaan ke pemilih menyangkut “pernah melihat balihoo paslon” sebesar 91,7% utk ODSK, CEP-SSL (79,2% dan VAP-HCR (73%). Sedangkan dengan pertanyaan apakah pemilih pernah dikunjungi paslon, ODSK (8,8%), CEP-SSL (5,3%), dan VAP-HCR (4,3%).