KRONIKTODAY.COM – Pemilihan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat akhirnya menetapkan Akhmad Munir sebagai nakhoda baru organisasi wartawan terbesar di tanah air. Dalam kongres yang digelar di Gedung BPPTIK Kementerian Kominfo, Cikarang, Sabtu (30/8), Munir meraih 52 suara, unggul atas rivalnya Hendry Ch. Bangun yang mengantongi 35 suara dari total 87 pemilih sah.
Kemenangan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan juga momentum penting untuk mengakhiri dualisme kepengurusan PWI yang selama ini menghambat soliditas wartawan di seluruh Indonesia.
“Langkah awal saya adalah menuntaskan dualisme di tubuh PWI. Akan melakukan konsolidasi secara tuntas dan menyeluruh,” tegasnya.
Lebih jauh, Munir menegaskan akan mengedepankan konsolidasi menyeluruh. Hal itu dimaksudkan agar PWI kembali menjadi satu rumah besar bagi seluruh wartawan di Indonesia tanpa kubu-kubuan.
Dengan hasil kongres ini, Munir dipastikan mampu membawa PWI keluar dari bayang-bayang konflik kepengurusan yang berlarut-larut. Bagi banyak pihak, penuntasan dualisme menjadi syarat mutlak agar organisasi wartawan tertua di Indonesia itu dapat kembali fokus pada isu besar yakni peningkatan profesionalisme jurnalis, penegakan kode etik, dan perlindungan kebebasan pers.
Dari total 87 suara yang tersebar di seluruh provinsi se-Indonesia, mayoritas memilih Munir sebagai simbol harapan baru. Semoga langkah nyata ketua baru ini dalam menyatukan kembali barisan wartawan demi marwah dan integritas pers nasional Indonesia. (ahr)